Warga dan Pemerintah Sambut Tujuh Program KKN-T Unhas di Kelurahan Noling

Komunikasi Partisipatif Dorong Sinergi Mahasiswa, Pemerintah, dan Warga

Berita144 Dilihat
Foto Dokumentasi dari Tim Publikasi KKN-T Unhas Gel. 116

Antusiasme warga dan dukungan pemerintah mewarnai Seminar Program Kerja Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKN-T) Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin yang berlangsung di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, Minggu (13/7). Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperkenalkan tujuh program pemberdayaan yang akan dilaksanakan selama masa pengabdian. 

Kegiatan tersebut menjadi forum untuk memaparkan tujuh program pemberdayaan yang akan dijalankan selama masa pengabdian di tengah masyarakat. Seminar dihadiri oleh pemerintah kelurahan, unsur kecamatan, tokoh masyarakat, serta warga setempat yang aktif memberikan tanggapan dan pertanyaan terhadap program yang dipaparkan.

Seminar program kerja tidak hanya menjadi wadah penyampaian rencana kegiatan, tetapi juga menjadi ruang komunikasi antara mahasiswa, pemerintah, dan masyarakat. Melalui sesi pemaparan dan diskusi, mahasiswa memperoleh masukan secara langsung untuk menyesuaikan pelaksanaan program dengan kebutuhan masyarakat Kelurahan Noling. 

Koordinator mahasiswa KKN menjelaskan bahwa seluruh kegiatan tersebut dirancang berdasarkan kebutuhan masyarakat dan berfokus pada bidang pendidikan, lingkungan, kesehatan, seni, serta dokumentasi desa. 

Selain berorientasi pada pemberdayaan, sejumlah program juga dirancang sebagai media edukasi dan penyebaran informasi kepada masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan partisipasi warga melalui komunikasi yang lebih terbuka dan mudah dipahami. 

Adapun tujuh program yang akan dilaksanakan meliputi:

  1. Sosialisasi edukasi pencegahan kekerasan seksual.
  2. Workshop melukis untuk anak-anak.
  3. Edukasi dan pembuatan pupuk kompos.
  4. Penanaman hidroponik dan pengembangan taman toga di halaman Kantor Kelurahan Noling.
  5. Kegiatan seni kreatif menggunakan bahan bekas atau sampah terpilah yang sulit terurai.
  6. Publikasi kegiatan dan penyusunan majalah kelurahan sebagai media informasi yang mendokumentasikan berbagai kegiatan serta potensi lokal agar dapat diakses oleh masyarakat secara berkelanjutan. 
  7. Produksi film dokumenter tentang potensi dan kehidupan masyarakat Noling sebagai media komunikasi visual untuk mendokumentasikan nilai-nilai sosial, budaya, serta memperkenalkan potensi daerah kepada masyarakat yang lebih luas. 

Dukungan Pemerintah Kecamatan

Bapak Gunawar Paesmo, S.P., M.P. selaku Camat Bupon dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran mahasiswa Universitas Hasanuddin di Kelurahan Noling. Ia menegaskan bahwa pemerintah kecamatan siap bersinergi dan mendukung seluruh rangkaian kegiatan mahasiswa selama pelaksanaan KKN.

“Universitas Hasanuddin adalah salah satu kampus terbesar di Indonesia dan perguruan tinggi terbesar di luar Pulau Jawa. Kami siap mendukung dan bersinergi dengan mahasiswa selama menjalankan KKN, mulai dari Kecamatan Bupon hingga nanti kembali ke universitas,” ujarnya.

Menurutnya kehadiran mahasiswa dapat menjadi berkah bagi masyarakat Noling.

“Harapan kami, kehadiran mahasiswa ini adalah tamu kami, dan kami sebagai tuan rumah akan selalu menghormati tamu kami. Jika ada hal-hal yang kurang berkenan selama berada di Noling, semoga tetap menjadi kenangan baik yang disimpan di sini,” tambahnya.

Program Harus Berdampak Nyata

Lebih lanjut, Camat Bupon menekankan bahwa program KKN tidak hanya bersifat seremonial, tetapi harus memberikan manfaat yang dapat dirasakan masyarakat. 

“Semua program ini bisa dilakukan, asalkan benar-benar terlihat kegiatannya dan memberi dampak kepada masyarakat. Pengetahuan dan teknologi yang dibawa mahasiswa harus dapat diaktualisasikan dalam tindakan nyata,” tegasnya.

Menurut mahasiswa KKN, dukungan pemerintah dan partisipasi masyarakat menjadi faktor penting dalam keberhasilan program. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu menciptakan komunikasi yang efektif antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat selama pelaksanaan KKN berlangsung. 

“Kami tidak hanya ingin melaksanakan program pemberdayaan, tetapi juga memastikan setiap kegiatan dapat terdokumentasi dan tersampaikan kepada masyarakat. Melalui publikasi, majalah kelurahan, dan film dokumenter, kami berharap potensi Kelurahan Noling dapat dikenal lebih luas sekaligus menjadi arsip informasi bagi masyarakat,” ujar Koordinator Mahasiswa KKN. 

Dalam sesi diskusi, sejumlah warga menyampaikan harapan agar program tersebut mampu meningkatkan kreativitas anak-anak, kepedulian terhadap lingkungan, serta pemanfaatan lahan di sekitar kantor kelurahan. 

Seminar ditutup dengan sesi diskusi yang dimanfaatkan masyarakat untuk menyampaikan masukan terhadap pelaksanaan program. Melalui forum tersebut, mahasiswa dan warga membangun komunikasi yang partisipatif sebagai dasar pelaksanaan kegiatan selama masa KKN. Pendekatan ini diharapkan mampu memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi, pemerintah, dan masyarakat dalam mendukung pemberdayaan di Kelurahan Noling. 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *