
BANTAENG – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Keamanan Pangan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang bermitra dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) melaksanakan sosialisasi keamanan pangan bagi pelaku usaha di Desa Kaloling, Kecamatan Gantarangkeke, Kabupaten Bantaeng. Kegiatan yang berlangsung secara door to door pada 30 Juli hingga 2 Agustus 2026 ini bertujuan meningkatkan pemahaman pelaku usaha mengenai praktik keamanan pangan guna melindungi kesehatan konsumen sekaligus mendukung keberlangsungan usaha.
Sebanyak 12 pelaku usaha mengikuti kegiatan tersebut, terdiri atas 10 pelaku usaha ritel dan dua pelaku usaha pangan siap saji. Sosialisasi dilakukan dengan pendekatan door to door sehingga materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan karakteristik masing-masing jenis usaha.
Pelaksana program kerja, Kezia, menjelaskan bahwa pelaku usaha ritel memperoleh edukasi mengenai Lima Kunci Keamanan Pangan Ritel, sedangkan pelaku usaha pangan siap saji menerima materi Lima Kunci Keamanan Pangan Siap Saji.
“Melalui sosialisasi ini, kami ingin mendorong pelaku usaha agar memahami pentingnya penerapan lima kunci keamanan pangan dalam aktivitas usahanya. Prinsip-prinsip tersebut diharapkan dapat diterapkan mulai dari penyimpanan, pengolahan, hingga penyajian pangan sehingga produk yang dijual tetap aman, bermutu, dan tidak membahayakan kesehatan konsumen,” ujar Kezia.
Ia menambahkan, pendekatan komunikasi secara langsung dipilih agar pesan yang disampaikan lebih mudah dipahami sekaligus membuka ruang dialog mengenai permasalahan yang dihadapi pelaku usaha dalam menerapkan keamanan pangan.
Materi sosialisasi menitikberatkan pada pentingnya menjaga kebersihan, penyimpanan, penanganan, dan penjualan pangan untuk mencegah kerusakan maupun kontaminasi yang berpotensi menyebabkan penyakit atau keracunan pangan. Kegiatan ini juga mendukung pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs), khususnya Tujuan 3 (Good Health and Well-being) serta Tujuan 12 (Responsible Consumption and Production).
Salah seorang pelaku usaha ritel di Desa Kaloling, Rusdini, mengaku sosialisasi tersebut memberikan pemahaman baru mengenai standar keamanan pangan yang perlu diterapkan dalam menjalankan usahanya.
“Sosialisasi yang dilakukan ini menjadi panduan untuk kami selaku pelaku usaha yang ingin usaha kami lebih tertata dan mengetahui apa yang memang seharusnya dilakukan pelaku usaha,” ujarnya.
Sementara itu, mentor BPOM, Ahmad Lalo, berharap materi yang telah diberikan tidak hanya dipahami, tetapi juga diterapkan secara konsisten oleh para pelaku usaha.
“Diharapkan materi yang telah disampaikan dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari sehingga mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya keamanan pangan sebagai upaya mewujudkan kesehatan keluarga dan mencegah risiko penyakit akibat pangan yang tidak memenuhi persyaratan,” katanya.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa KKN Tematik Keamanan Pangan Unhas tidak hanya menjalankan program pengabdian kepada masyarakat, tetapi juga mengimplementasikan kompetensi komunikasi dalam menyampaikan edukasi yang mudah dipahami masyarakat. Pendekatan tersebut diharapkan dapat mendorong perubahan perilaku pelaku usaha menuju penerapan keamanan pangan yang lebih baik dan berkelanjutan.




