Mahasiswa KKNT Unhas Bangun Literasi Keamanan Pangan Sejak Dini di Empat SD Desa Pa’jukukang

Pendekatan KIE digunakan untuk menerjemahkan pesan keamanan pangan menjadi pengalaman belajar yang mudah dipahami siswa kelas 1 hingga 3 sekolah dasar.

Berita20 Dilihat

BANTAENG — Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik (KKNT) Keamanan Pangan Gelombang 116 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan edukasi “Kenali Jajanan Aman di Sekolah” di empat sekolah dasar se-Desa Pa’jukukang, Kabupaten Bantaeng, sepanjang Juli 2026. Program ini merupakan bagian dari program kerja Kader Keamanan Pangan (KKP) dalam rangkaian KKN Tematik Keamanan Pangan (KKNT-KP), program kolaborasi antara Universitas Hasanuddin dan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM). Kegiatan menyasar siswa kelas 1 hingga kelas 3 di SDN 78 Birea pada 16 Juli, SD Inpres Pa’jukukang pada 17 Juli, MIS Ma’arif Bakarayah pada 20 Juli, serta SDN 61 Bonto Manakku pada 29 Juli 2026.

Penanggung jawab program menjelaskan bahwa pemilihan siswa kelas rendah sebagai sasaran utama didasarkan pada kondisi yang ditemui selama pelaksanaan program. Anak-anak pada rentang usia tersebut telah menjadi penerima Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di sekolah, namun praktik keamanan pangan sederhana masih sering terabaikan, seperti kebiasaan mencuci tangan sebelum makan maupun menjaga kebersihan alat dan tempat makan.

Pendekatan yang digunakan mengacu pada metode Komunikasi, Informasi, dan Edukasi (KIE), yakni strategi penyampaian pesan yang disesuaikan dengan karakteristik audiens. Untuk siswa sekolah dasar, materi keamanan pangan dikemas melalui permainan interaktif, simulasi bermain peran (roleplay), pengenalan langkah cuci tangan melalui lagu dan gerakan sederhana, serta sesi tanya jawab yang melibatkan siswa secara aktif. Pemahaman siswa kemudian diukur melalui pre-test dan post-test sederhana sebelum dan sesudah kegiatan berlangsung.

Materi utama yang disampaikan mengacu pada Lima Kunci Keamanan Pangan, yaitu mengenali pangan aman, membeli pangan aman, membaca label dengan seksama, menjaga kebersihan, serta mencatat dan melaporkan temuan pangan yang tidak sesuai ketentuan. Selain itu, siswa juga diberikan edukasi mengenai cara mengonsumsi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) secara aman, termasuk membiasakan mencuci tangan sebelum makan dan menjaga kebersihan lingkungan makan.

Sebagai bentuk penguatan pesan, tim juga memasang media edukasi yang disediakan BPOM berupa poster Lima Kunci Keamanan Pangan di Sekolah dan poster langkah cuci tangan yang benar. Poster tersebut ditempatkan di sejumlah titik strategis, seperti area kelas, wastafel, dan sekitar toilet sekolah agar dapat berfungsi sebagai pengingat visual bagi siswa setelah kegiatan edukasi berakhir.

Kegiatan ini melibatkan kolaborasi mahasiswa dari tim Kader Keamanan Pangan (KKP) yang berasal dari rumpun non-kesehatan dengan Fasilitator Keamanan Pangan (FKP) dari rumpun kesehatan. Kolaborasi tersebut memungkinkan materi keamanan pangan disampaikan secara tepat sekaligus mudah dipahami oleh siswa.

Kegiatan tersebut mendapat sambutan positif dari pihak sekolah. Kepala SDN 78 Birea, Misbahuddin Patiroi, S.Pd, mengapresiasi pelaksanaan program yang dinilai mampu meningkatkan pemahaman siswa mengenai pentingnya memilih jajanan yang aman.

“Program pengenalan keamanan pangan di sekolah ini sangat baik. Saya berharap anak-anak dapat lebih memahami terkait jajanan yang sehat dan aman. Selain peningkatan literasi anak-anak, kantin sekolah juga perlu diberikan edukasi mengenai jajanan yang aman sehingga lingkungan sekolah dapat menjadi tempat yang mendukung penerapan keamanan pangan,” ungkapnya.

Melalui kegiatan ini, mahasiswa berharap pemahaman mengenai keamanan pangan tidak hanya berhenti di ruang kelas, tetapi juga diterapkan dalam keseharian siswa, baik di lingkungan sekolah maupun di rumah. Dengan demikian, literasi keamanan pangan dapat tumbuh sejak dini sebagai bagian dari kebiasaan hidup sehat dan aman.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *